Sabtu, 02 Januari 2016

Selamat tinggal Paris

Selamat tinggal paris
Di ujung senja saat mengantar kau di bandara soekarno hatta kau berbisik sambil membelai rambutku dengan mesra dan menggenggam tanganku
Tak akan ada lagi cinta yang lain
Lembut di pendengaran tp hatiku seakan berkata ada akan ada sesuatu yang berbeda tapi ku tak tahu apa itu
Ku lepas kau ke negeri orang
Utk menuntut ilmu
2 th lamanya
Bulan2 pertama kau rajin menyapa
Lewat skype . Email. Bbm. Wa dll
Kau masih perhatian seakan kau masih berada dekat di hatiku
Kaupun mengajarkan kata2 mesra dalam bahasa asing tempat kau menuntut ilmu dan mengirim video apa saja yang kau lakukan di kampusmu. Teman2mu apartemenmu dan banyak lagi yg kadang membuatku terharu
6 bulan berlalu
Kau sekarang mulai kurang menyapa
Saat kutanya kau bilang sibuk
Sibuk dengan banyaknya tugas
Juga banyaknya bacaan bahasa asing yang harus kau kerjakan
1 th berlalu
Kau seperti asing bagiku
Kita rasanya sudah jauh
Kau dan aku rasanya seperti orang asing
Aku sibuk juga dengan usaha propertiku dan kuliner dan juga akupun mulai jarang dan tak ada waktu menghubungimu tapi aku tetap setia kau masih di hatiku
Hingga di tahun ke 2
Aku dengar kau akan wisuda dari seorang teman kuliahmu
aku sabar menunggumu tapi kamu tak pernah memberi kabar lagi
Aku berangkat ke negeri tempat kau menuntut ilmu paris.
aku memesan tiket dan juga mengurus visa ke paris secepatnua 
Aku tak berharap janjimu
Akan datang dan melamarku
Tapi aku hanya ingin tahu
Apakah kau masih milikku
Aku datang pagi2 di kampus tempat kau menuntut ilmu. aku menginap di sebuah hotel di pusat kota paris.
Benar saja kau terlihat sangat tampan disana dengan pakaian kebesaran wisudamu
Tapi hei liat ada wanita bule berambut pirang disisimu. dia cantik dan memakai kacamata masih muda tapi kelihatannya pintar dan mandiri.
Kau terlihat kaget melihatku
Sepertinya kau melihat hantu
Diana kau datang tanpa memberitahuku?
Untuk apa kataku kaupun tak pernah memberi kabar
Saat itu wanita berambut pirang yg cantik di sebelahmu melirik dan seperti bertanya siapa dia? Ada apa?
Aku berkata selamat kau sudah lulus . Begitu pula sekarang ku ingin mengucapkan selamat kuliat ada cincin emas putih melingkar di jari wanita cantik itu yang digenggam erat seakan tak mau kehilanganmu
Lalu aku berkata aku ingin bicara 4 mata denganmu
Lalu kami saling bertatapan
Ada rasa bersalah dalam tatapan matanya
Aku tak marah setelah perjalanan jauh dan ternyata ini yang ku dapat mungkin dia dapat membaca pikiranku
Maafkan aku diana.aku mencintai promotor aku . Dia dan aku saling jatuh cinta. Dia profesorku. Dia banyak membantuku dalam penelitianku dan aku berjanji menikahinya tahun ini. Kau rela?
Aku menetap matanya
Tak ada binar2 cinta ketika memandang mataku
Tak ada pendar2 yang membuat hatiku bergetar yg berasal dari indah bola matanya
Semua sudah hilang ditelan waktu
Baiklah aku rela. Aku senang mengetahui kau baik saja dan sekarang mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dariku
Aku cuma datang kesini ingin mengetahui kejelasan hubungan kita
Baiklah aku pergi
Akan kulupakan kisah cinta kita
Bersama eiffel paris dan wanita2 cantiknya
Ternyata kau lebih memilih wanita paris dibanding aku seorang wanita indonesia sederhana yang setia menunggumu 2 th lamanya
Aku melangkah gontai tapi kunikmati kebebasan ini
kunikmati malam ini melihat indahnya eiffel di malam hari
Dengan kerlap kerlip lampu malamnya
Selamat tinggal paris
Selamat tinggal cintaku
Menteng 30.12.2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar